Khasiat Dibalik Pedasnya Cabai Rawit

Mulai dari mencegah kebotakan rambut, hingga menghindari dari serangan jantung dan juga kanker.

Cabai rawit diketahui mempunyai kandungan nutrisi yang cukup mumpuni. Cabai berukuruan mini ini, diantaranya megandung vitamin A, B6, C , dan juga betakaroten. Sementara kandungan mineralnya diisi oleh mangan dan juga kalium.

Di luar itu, cabai rawit mengandung capsaicin lebih besar dari jenis cabai lain. Zat yang digadang sebagai sumber rasa pedas ini, juga punya manfaat hebat bagi kesehatan tubuh. Karenannya, cabai rawit diusung memiliki kemampuan lebih, mencegah dan mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Termasuk diantarnya kanker! Lengkapnya, berikut khasiat hebat dari cabai rawit.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa literatur menyebutkan, cabai rawit memiliki karakteristik membuka arteri jantung. Dengan kemampuan bagus tersebut, cabai rawit digadang dapat mencegah terjadinya serangan jantung.

  1. Anti Stroke

Cabai rawit berkemampuan memperlancar aliran darah, dan membuang kolesterol jahat di dalam tubuh. Dengan begitu, sayuran pedas ini dapat dijadikan sebagai asupan bergizi pencegah stroke, ganguan kesehatan yang salah satunya diakibatkan oleh kurang lancarnya peredaran darah.

  1. Mencegah Kanker

Cabai rawit dapat membantu mengurangi resiko kanker, serta dapat menghambat perkembangan sel kanker, terutama kanker paru-paru dan pankreas. Cabai rawit menghilangkan sel kanker dengan tidak merusak sel normal. Adalah zat capsaicin yang diketahui sangat berperan besar atas khasiat hebat ini. Proses ini dikenal dengan sebutan apoptosis.

  1. Menghindari Migren

Cabe rawit dapat mencegah terjadinya migren. Khasiat tersebut berhubungan dengan kemampuan cabai rawit menstimulasi respon rasa sakit pada bagian tubuh yang berbeda, sehingga otak mengalihkan perhatiaan ke lokasi lain. Seiring munculnya reaksi rasa sakit ini, syaraf mengosongkan cairan P (bahan kimia rasa sakit), dan persepsi rasa sakit yang muncul akibat migren berkurang.

  1. Mendukung Detofikasi Tubuh

Sayuran ini dikenal sebagai stimulan peredaran darah, dan meningkatkan denyut lymphatic dan ritme pencernaan. Dengan memanaskan tubuh, proses detoksifikasi alami tubuh dipersingkat. Cabai rawit juga menyebabkan tubuh berkeringat, yang merupakan proses penting detoksifikasi. Jika digabung dengan lemon dan madu, teh cabai merupakan minuman pagi yang sangat baik untuk detoksifikasi.

  1. Melancarkan Pencernaan

Cabai rawit mampu menstimulasi sistem pencernaan, meningkatkan arus produksi enzim dan asam lambung. Kemmapuan tersebut membantu tubuh dalam proses metabolisasi makanan (dan racun). Cabai akan membantu mengeluarkan gas dari tubuh. Cabai rawit juga membantu menstimulasi gerakan peristaltic perut, sehingga proses asimilasi dan eliminasi menjadi lancar.

  1. Sebagai anti inflamasi

Anti inflamasi fungsinya dapat dijadikan sebagai obat herbal yang baik bagi penderita penyakit gula darah atau diabetes, arthristis, psoriasis, dan juga kerusakan syaraf yang ada hubungannya dengan penyakit herpes akibat adanya virus.

  1. Mengurangi Jamur

Zat Capcaisin yang dimiliki oleh cabai rawit, diketahui juga dapat membantu mengurangi jamur pada kulit. Alhasil, gatal-gatal pada kulit bisa berkurang dengan mengonsumsi cabai rawit.

  1. Menurunkan Berat Badan

Capsaicin yang pedas pada cabe rawit akan membakar lemak, dan mengeluarkannya bersama keringat. Selain itu kemampuan cabe rawit yang bermanfaat meningkatkan metabolisme tubuh, juga membantu menurunkan lebih cepat kelebihan berat badan.

  1. Mempercepat Pertumbuhan Rambut

Kerontokan rambut, atau bahkan kebotakan, salah satunya ditimbulkan akibat sirkulasi udara yang kurang baik di kulit kepala. Dengan mememakan cabai rawit, kondisi sebaliknya akan terjadi. Sirkuliasi udara di kulit kepala menjadi lancar, dan Anda terhindari dari kerusakan rambut. Sirkuliasi udara yang lancar juga membantu mempercepat pertumbuhan rambut baru.

Boks :
Meskipun mempunyai beragam khasiat bagi kesehatan, namuna ada baiknya tidak mengonsumsi cabai rawit secara berlebih. Sebab, dapat menimbulkan rasa mulas, sakit perut, diare, sering BAB, dan rasa panas di anus.

Bahkan bagi penderita lambung kronis, cabai rawit dapat memperparah kondisi lambung. Karena cabai ini diketahui bersifat iritan.

Bila merasa kepedasan saat menyantap cabai rawit, rasa pedas dapat dikurangi dengan meminum yougurt, atau air hangat. Sebaiknya, jika meminum air dingin, rasa pedas malah akan bertambah di lidah.

About agrikita

Check Also

Manfaat ‘Manis’ Dibalik Pahitnya Daun Pepaya

Berbeda dengan buahnya yang memiliki rasa manis dan segar, daun pepaya sudah dikenal memilki rasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *