Mengulas Manfaat Umbi Garut (Arrowroot) yang Jarang Diketahui

Banyak sekali jenis umbi-umbian yang bisa menjadi bahan makanan pengganti beras. Salah satunya adalah umbi garut. Kamu mungkin sudah tak asing lagi ya dengan umbi yang satu ini? Di luar negeri dikenal sebagai arrowroot. Umbi garut memiliki daun yang unik, sehingga sering juga dijadikan tanaman hias, walaupun daunnya juga sering kali dijadikan pembungkus makanan.

Umbi garut (Maranta arundinacea) biasanya umbinya mulai dapat dikonsumsi saat umur tanaman 3-4 bulan. Di beberapa daerah di Indonesia ada menyebut umbi garut dengan sebutan lerut (Pekalongan), angkrik (Betawi), patat (Sunda), sagu (Ciamis dan Tasikmalaya), tarigu (Banten), sagu Belanda (Padang, Ambon dan Aceh) atau larut, pirut, kirut (Jawa Timur).

Tanaman ini bisa tumbuh di daerah yang kurang subur. Tanaman Garut dapat diperbanyak secara vegetative dari ujung rimpangnya kira kira 2-4 ruas dan tidak terlalu tipis.

Berikut beberapa khasiat umbi garut yang jarang diketahui masyarakat.

– Sebagai tanaman hias
– Sebagai sumber energi
– Sebagai cadangan makanan pada masa krisis
– Dapat diolah menjadi tepung
– Pati umbi garut sebagai dasar pembuatan bedak
– Dibuat sebagai bubur untuk pengolahan pada pabrik pembuatan kertas
– Ampas sisa pembuatan tepung umbi garut digunakan sebagai pakan ternak
– Pengenyal dan pengental makanan
– Mengobati masalah perut apabila patinya dicampur dengan air atau susu
– Buburnya dimanfaatkan untuk mengobati luka
– Baik untuk memperlancar peredaran darah
– Membantu menjaga ketahanan tubuh
– Daun umbi garut digunakan sebagai pembungkus makanan
– Baik untuk kesehatan otak
– Baik untuk menjaga kesehatan pencernaan

Kandungan Gizi Umbi Garut

Kandungan zat di dalam umbi garut cukup bervariatif, di antaranya adalah protein, lemak, serat, air, pati, zat besi, magnesium, abu, fosfor, vitamin B6, kalium, folat, riboflavin, dan tiamina.

Umbi garut termasuk tanaman umbi-umbian yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi. Umbi garut mempunyai kandungan protein 2-5%, pati 10-20%, lemak 0,1-0,3% dan serat 1-3%.

Tanaman ganyong menghasilkan paling tidak 17 jenis produk turunan, diantaranya tepung, pati, aneka kue, dodol, bubur, soun, mie, bioetanol, kompos, pakan, dll.

Nah, setelah mengetahui berbagai manfaatnya, mulai sekarang kita kamu nggak ragu lagi kan untuk mengonsumsinya.

(Noe)

About agrikita

Check Also

Manfaat ‘Manis’ Dibalik Pahitnya Daun Pepaya

Berbeda dengan buahnya yang memiliki rasa manis dan segar, daun pepaya sudah dikenal memilki rasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *