Artikel

Percantik Ruangan dengan Terranium

Apakah Sobat Agrikita pernah mendengar terranium? Atau kalian sudah familiar dengan terranium. Nah, di artikel kali ini kita akan bahas mengenai apa itu terranium dan bagaimana perawatannya. Apa itu terranium? Terrarium adalah seni menanam dalam bentuk taman mini di dalam ruangan wadah. Wadah yang digunakan bisa berupa kaca atau plastik. Nah, di dalam wadah kaca terrarium tersebut, kamu bisa menambahkan tanaman yang hanya perlu perawatan sederhana dan sangat cocok untukmu yang tidak punya waktu untuk merawatnya, tidak memiliki bakat berkebun atau tidak ada lahan untuk membuat taman. Perawatan terranium Saat kamu memiliki terrarium di dalam rumah, jangan sampai kamu meletakkan terrarium di tempat yang gelap. Pilihlah tempat yang banyak menerima cahaya tidak langsung. Jangan banyak menyiram bagian tanamannya. Kamu bisa menyirami tumbuhanmu apabila tanah yang ada di dalam terrarium dan sisi kaca terrarium mulai kering. Terarium harus disimpan di dalam ruang hangat seperti pada daerah dekat pintu, atau teras atau tempat yang dekat dengan jendela rumah. Hindari menempatkan terrarium di tempat bersuhu ekstrim seperti ruangan ber-AC, ya. Pada saat ingin membuat terranium, kamu juga bisa memilih tumbuhan sukulen atau kaktus. Tanaman tropis ini bekerja paling baik karena terbiasa dengan kelembapan dan bisa terlihat indah dengan ragam warna yang mereka miliki. Gunakan tanah khusus untuk tanaman hias yang sudah steril agar terrarium tumbuh dengan baik. Hilangkan stress dengan terranium Tumbuhan di dalam terrarium biasanya memiliki corak, bentuk dan ragam yang unik. Hal itu mampu membuat siapapun yang memandang akan menjadi lebih segar dan bahagia. Apalagi dengan kadar oksigen yang ada pada tumbuhan atau tanaman hias di dalam terrarium bisa membuat pikiran menjadi lebih relaks. Karena itulah, terranium disebut tanaman hias yang bisa membuat lebih bahagia dan terhindar dari stress. (Noe)

Read More »

Tips Agar Tanaman Rajin Berbuah

Bagi kamu yang gemar menanam pohon buah, pasti akan merasa senang dan puas bila pohonmu rajin berbuah dengan lebat. Nah, bagi kamu yang punya pohon buah di rumah tapi selalu bertanya-tanya mengapa tidak kunjung berbuah, mungkin kamu perlu melakukan perlakuan khusus untuk merangsang pertumbuhan buahnya. Syarat agar tanaman cepat berbuah Pilihlah bibit tanaman yang bagus dan jangan menanam bibit tanaman yang berasal dari bibit yang mandul. Lingkungan sebagai media tanam harus sesuai syarat mulai dari iklim, sinar matahari, dan curah hujan. Perhatikan juga kondisi tanaman harus sehat dan terbebas dari segala jenis hama serta penyakit. Berikut ini adalah perlakuan khusus atau kiat -kiat agar pohon buahmu cepat berbuah: 1. Pemangkasan Untuk dapat mempercepat tanaman berbuah maka lakukanlah cara pemangkasan dengan benar. Pada metode pemangkasan terdapat tiga cara yaitu secara ringan, sedang, dan juga berat. Pemangkasan ringan dilakukan untuk membuang bagian ranting yang sudah tidak lagi produktif. Manfaat pemangkasan adalah untuk membuat penggunaan energi dari proses fotosintesis lebih efisien sehingga kandungan karbohidrat pada pohon mangga akan meningkat. Selain itu dengan pemangkasan juga dapat membuat sinar matahari bisa merata. 2. Mengurangi daun Jika tanaman buahmu malah lebat daunnya, buat tanaman tersebut stres sehingga merangsang pertumbuhan bunganya. Caranya, buatlah goresan pada batangnya dan singkirkan daun-daun yang sudah tua serta kering sehingga hanya bagian daun mudanya yang masih tersisa. 3. Perundukan Perundukan merupakan teknik untuk merangsang munculnya bunga dengan cara melengkungkan cabang tanaman ke arah bawah sehingga penghambatan aliran fotosintat dari daun ke akar, dan hara tersebut akan terkonsentrasi dan digunakan untuk pembentukan bunga. Beberapa hal pemicu buah tak kunjung berbuah meskipun sudah banyak berbunga: – Kurangnya zat nitrogen yang seharusnya ada di dalam air.– Kurangnya sumber air di dalam tanah.– Batang bagian bawah pada bibit okulasi sangat buruk.– Adanya serangga dan terkena hama serta penyakit.– Iklim yang tidak bersahabat yaitu hujan yang terlalu deras, angin yang begitu kencang, dan kemarau yang berkepanjangan. (Noe)

Read More »

Umbi Gembili, Alternatif Pengganti Nasi Bagi Penderita Diabetes

Sobat Agrikita, adakah yang pernah mencicipi umbi gembili? Disamping bisa menjadi sumber karbohidrat pengganti nasi, umbi gembili ternyata juga terbukti dapat mencegah beberapa penyakit seperti penyakit diabetes mellitus Memiliki nama ilmiah Disocrea esculenta. Ubi gembili dikenal dengan sebutan ‘mbili’ di daerah Jawa dan ‘ubiaung’ di daerah Bali. Tanaman gembili biasanya tumbuh di dataran rendah, teman-teman. Namun tumbuhan ini juga bisa ditanam pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Gembili merupakan tanaman umbi-umbian yang bisa hidup di daerah tropis. Tanaman ini menghasilkan umbi yang dapat dikonsumsi manusia. Sama halnya seperti singkong, umbi gembili biasanya direbus sebelum dimakan. Tekstur umbinya kenyal. Umbi gembili pun mirip dengan umbi gembolo, namun ukurannya lebih kecil. Batang dari tanaman gembili ini agak berduri. Tanamannya merambat ke arah jarum jam. Kandungan gizi pada umbi gembili Dalam 100 gram gembili, terdapat kandungan nutrisi sebagai berikut:Protein 1,5 gr, Lemak 0,1 gr, Energi 95 kkal, Karbohidrat 22,4 gr, Fosfor 49 mg, Zat besi 1 mg, Kalsium 14 mg, dan Vitamin C 4 mg. Manfaat Umbi Gembili – Mengurangi Kolesterol Jahat Gembili mengandung zat glucomannan yang bersatu dengan protein yang bermanfaat untuk mengurangi kolesterol jahat. Selain mengurangi kolesterol jahat, zat glucomannan pun ikut meningkatkan jumlah kolesterol baik dalam tubuh. – Sebagai Alternatif Pengganti NasiUmbi gembili dikenal sebagai bahan pangan pengganti nasi karena kemampuannya untuk mengenyangkan perut. Tidak hanya mengenyangkan perut, rasanya pun juga enak. Orang-orang di pedesaan biasanya mengganti nasi mereka dengan olahan dari tanaman gembili ini. – Baik untuk Penderita DiabetesSebuah penelitian menemukan bahwa tanaman jenis umbi-umbian termasuk gembili mengandung indeks glikemik tinggi dibandingkan dengan nasi sehingga baik dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi bagi penderita diabetes. (Noe)

Read More »

Manfaat ‘Manis’ Dibalik Pahitnya Daun Pepaya

Berbeda dengan buahnya yang memiliki rasa manis dan segar, daun pepaya sudah dikenal memilki rasa pahit. Meskipun rasanya pahit, namun siapa sangka banyak manfaat yang baik untuk kesehatan kita. Pohon pepaya yang memiliki Nama latin Carica Papaya, bisa tumbuh dengan subur di tanah Indonesia. Daun pepaya dapat dinikmati dengan diolah menjadi sayur, diantaranya yang populer adalah buntil daun pepaya, tumis daun pepaya atau bisa juga dikukus dan dijadikan lalapan. Daun pepaya mengandung enzim papain dan chymopapain yang dapat memecah rantai protein keras seperti pada daging merah. Selain bisa dipakai sebagai trik untuk mengempukkan daging, enzim yang terkandung dalam daun pepaya ini juga dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah perut kembung.Gaya Hidup Seperti mengutip di halaman Times of India, berikut beberapa manfaat dari daun pepaya yang bisa kita dapatkan: 1. Membersihkan pori-pori Jus daun pepaya dapat dijadikan masker alami wajah. Saat dioleskan pada kulit, jus daun pepaya dapat membuka pori-pori yang tersumbat, di samping membuat wajah terasa lebih lembab. Bila digunakan secara teratur dua kali seminggu, masker jus daun pepaya dapat membantu membersihkan jerawat dan mengatasi minyak berlebih di wajah. 2. Pengusir ketombe Daun pepaya yang ditumbuk dapat menjadi cara alami untuk mendapatkan kulit kepala yang sehat. Caranya, ambil daun pepaya segar lalu tumbuk kasar atau cukup hancurkan dengan jari-jari. Aplikasikan pada rambut sebelum menggunakan sampo. Gosok perlahan pada kulit kepala selama 5 menit lalu diamkan sejenak. Masker rambut daun pepaya dapat menghilangkan minyak di kulit kepala, kotoran di akar rambut, melembabkan kulit kepala, yang akhirnya mencegah pembentukan ketombe. 3. Kurangi kolesterol jahat Rebusan daun pepaya yang disantap sebagai lalap dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah yang akhirnya menurunkan total kolesterol dalam darah. Lalap daun pepaya dapat menjadi pilihan saat Anda menikmati makanan yang berpotensi meningkatkan kolesterol, seperti olahan seafood, daging kambing berlemak, atau makanan dengan olahan santan. 4. Atasi masalah pencernaan Untuk meningkatkan fungsi pencernaan dan mengatasi masalah seperti perut kembung, mulas, serta sembelit, disarankan untuk mengonsumsi daun pepaya segar dengan cara dijus. Daun pepaya segar kaya akan papain, cimopapain, dan serat esensial yang baik bagi kesehatan pencernaan. 5. Kurangi risiko diabetes Daun pepaya mengandung enzim yang mempengaruhi produksi insulin dalam tubuh sehingga mampu menjaga kadar gula darah pada orang yang berisiko alami pradiabetes. Selain itu, antioksidan yang tinggi juga dapat menjaga kesehatan organ hati dan ginjal yang sama-sama berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah. Namun, tingkat enzim dan antioksidan akan lebih tinggi bila Anda menikmati daun pepaya mentah atau direbus dalam waktu singkat. 6. Tingkatkan trombosit Daun pepaya segar mengandung senyawa papain serta carocain yang dapat meningkatkan trombosit dan mengurangi infeksi pada penderita demam berdarah. Untuk merasakan manfaat daun pepaya yang efektif, konsumsi 25 ml jus daun pepaya sebanyak 2 kali sehari. Untuk membuat jus, ambil 5-10 lembar daun pepaya muda lalu cuci bersih dengan air mengalir. Masukkan daun pepaya dan air dalam blender. Saring menggunakan kain saring agar airnya dapat diminum dengan mudah. 7. Kurangi keram perut Mengonsumsi daun pepaya, baik sebagai jus atau masakan, cukup disarankan bagi wanita yang sedang haid. (Noe)

Read More »

Ini Dia Tanaman yang Cocok untuk Roof Garden

Keterbatasan lahan di perkotaan untuk bercocok tanam bisa diatasi dengan metode roof garden. Ya, kini kamu bisa memanfaatkan atap rumahmu untuk berkebun. Istilah bercocok tanam di atap bangunan seperti atap gedung atau atap hunian rumah ini disebut dengan roof garden. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaplikasiannya. Untuk membuatnya, kamu harus mengetahui kriteria dan jenis tanaman roof garden terlebih dahulu. Kriteria Tanaman Roof Garden– Pilihlah tanaman yang miliki daya tahan terhadap sinar matahari langsung;– Pertumbuhan yang lambat dan akarnya tidak menghujam ke bawah seperti palem;– Menghasilkan bunga agar tampilannya membuat taman terlihat indah;– Tanaman berbatang langsing, yakni bukan jenis tanaman yang batang dan akarnya akan menjadi semakin membesar sehingga merusak atap dan dinding rumhmu.– Memiliki banyak cabang agar tampilannya terlihat rimbun dan padat. Selain mengetahui kriteria tanaman, ada hal lain yang harus diperhatikan juga dalam bercocok tanam dengan sistem roof garden, yakni: – Pilihlah media tanaman yang memiliki kualitas yang baik bagus setiap jenis tanaman yang dipilih.– Berikan air sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pasalnya semakin sering terpapar sinar matahari, tanah sebagai media tanamnya akan cepat kering dan mineral yang ada di dalamnya pun akan cepat terserap. Akibatnya tanaman pun membutuhkan air dan pupuk lebih banyak dibandingkan tanaman yang ada di halaman biasa. Contoh tanaman yang bisa kamu pertimbangkan untuk ditanam dengan sistem roof garden antara lain: kamboja jepang, kaktus, mawar, melati, jeruk, kembang sepatu, pucuk merah, belimbing, lidah mertua, pandan, dan kucai mini. (Noe)

Read More »

5 Jenis Tanaman yang Bisa Mengharumkan Ruangan

Tanaman dalam ruangan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika saja, tapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan para penghuninya. Diantara berbagai manfaatnya yakni bisa membuat udara lebih segar, menyegarkan mata, menyerap karbondioksida, mengurangi stres, menjaga kelembapan dan membersihkan racun di udara.Beberapa jenis tanaman hias mempunyai manfaat sebagai aroma terapi yang bisa membuat wangi pada ruangan. Siapapun pasti menginginkan ruangan yang harum, tetapi kebanyakan orang mendapatkan keharuman rangan melalui bahan kimia, bukan harum alami. Jika kamu menginginkan harum yang alami, kamu bisa mewujudkan dengan memakai tanaman hias. 1. LavenderBunga lavender bisa ditanam di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Jika di luar ruangan, tanam lavender di tanah yang memiliki drainase baik dan terkena paparan sinar matahari penuh. Jika ditanam di dalam ruangan, kamu harus memastikan kalau lavender itu mendapat sinar matahari yang cukup dan simpan tanaman dalam suhu yang sejuk. 2. AnyelirTanaman lain yang bisa kamu tanam di rumah adalah anyelir atau dalam bahasa Inggris disebut carnation. Bunga yang meiliki nama latin Dianthus caryophyllus ini tidak hanya cantik dan wangi, tetapi bisa hidup di lingkungan yang memiliki polusi udara. Di Indonesia, bunga anyelir ini dapat di kenal dengan nama bunga teluki. Langkah menanam bunga anyelir tidaklah susah. Bunga anyelir itu tumbuh pada daerah dengan suhu tengah 20-27 derajat celcius. Letakkan tanaman pada daerah yang terlindung dari sinar matahari selekasnya. Pakai media tanam yakni tanah, kompos serta sekam bayar. Penyiraman bunga anyelir itu satu hari sekali pada watu pagi atau sore hari. 3.Begonia CaneBegonia merupakan salah satu tanaman hias yang bisa di bawah naungan (shade plants) karena kebutuhan cahaya matahari rendah, sehingga bisa juga dijadikan tanaman hias dalam ruangan. Selain sebagai hiasan, ternyata begonia bisa juga dijadikan obat untuk menyembuhkan luka, mengobati disentri, sakit tenggorokan, bahkan keputihan. Begonia sayap malaikat ini tercipta dari proses hibrida antara spesies Begonia aconitifolia dan B. coccinea. Beberapa jenis begonia cane memiliki bunga yang besar dan wangi. Biasanya begonia cane ini ditanam di luar ruangan, namun bisa juga ditanam di dalam rumah. Warna daunnya bermacam-macam. Daun-daunnya ada yang berwarna merah muda, putih, atau ungu. 4. Geranium Citrosa Queen Of Lemon.Dengan menempatkan tanaman ini di rumah, maka dipastikan hunianmu akan terbebas dari serangga yang cukup merugikan ini. Zat citronella yang terkonsentrsi pada daun tanaman geranium akan mempu mengusir nyamuk dengan ampuh. Bagian tanaman yang beraroma lemon adalah daunnya, bukan bunganya, ya! 5. GardeniaGardenia adalah salah satu jenis tanaman yang sangat direkomendasikan untukmu yang menyukai aroma harum alami yang dikeluarkan oleh bunga. Tempatkan tanaman pengharum alami ini pada ruangan yang bersuhu hangat dan kelembaban tinggi maka akan menimbulkan aroma khas dari bunga gardenia yang barwarna putih ini yang beraroma manis segar. Terlebih saat bunga baru saja mekar. Nah, dengan menanam tanaman diatas kamu tak harus repot-repot untuk membeli pengharum ruangan lagi bukan? (Noe)

Read More »

Mengulas Manfaat Umbi Garut (Arrowroot) yang Jarang Diketahui

Banyak sekali jenis umbi-umbian yang bisa menjadi bahan makanan pengganti beras. Salah satunya adalah umbi garut. Kamu mungkin sudah tak asing lagi ya dengan umbi yang satu ini? Di luar negeri dikenal sebagai arrowroot. Umbi garut memiliki daun yang unik, sehingga sering juga dijadikan tanaman hias, walaupun daunnya juga sering kali dijadikan pembungkus makanan. Umbi garut (Maranta arundinacea) biasanya umbinya mulai dapat dikonsumsi saat umur tanaman 3-4 bulan. Di beberapa daerah di Indonesia ada menyebut umbi garut dengan sebutan lerut (Pekalongan), angkrik (Betawi), patat (Sunda), sagu (Ciamis dan Tasikmalaya), tarigu (Banten), sagu Belanda (Padang, Ambon dan Aceh) atau larut, pirut, kirut (Jawa Timur). Tanaman ini bisa tumbuh di daerah yang kurang subur. Tanaman Garut dapat diperbanyak secara vegetative dari ujung rimpangnya kira kira 2-4 ruas dan tidak terlalu tipis. Berikut beberapa khasiat umbi garut yang jarang diketahui masyarakat. – Sebagai tanaman hias– Sebagai sumber energi– Sebagai cadangan makanan pada masa krisis– Dapat diolah menjadi tepung– Pati umbi garut sebagai dasar pembuatan bedak– Dibuat sebagai bubur untuk pengolahan pada pabrik pembuatan kertas– Ampas sisa pembuatan tepung umbi garut digunakan sebagai pakan ternak– Pengenyal dan pengental makanan– Mengobati masalah perut apabila patinya dicampur dengan air atau susu– Buburnya dimanfaatkan untuk mengobati luka– Baik untuk memperlancar peredaran darah– Membantu menjaga ketahanan tubuh– Daun umbi garut digunakan sebagai pembungkus makanan– Baik untuk kesehatan otak– Baik untuk menjaga kesehatan pencernaan Kandungan Gizi Umbi Garut Kandungan zat di dalam umbi garut cukup bervariatif, di antaranya adalah protein, lemak, serat, air, pati, zat besi, magnesium, abu, fosfor, vitamin B6, kalium, folat, riboflavin, dan tiamina. Umbi garut termasuk tanaman umbi-umbian yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi. Umbi garut mempunyai kandungan protein 2-5%, pati 10-20%, lemak 0,1-0,3% dan serat 1-3%. Tanaman ganyong menghasilkan paling tidak 17 jenis produk turunan, diantaranya tepung, pati, aneka kue, dodol, bubur, soun, mie, bioetanol, kompos, pakan, dll. Nah, setelah mengetahui berbagai manfaatnya, mulai sekarang kita kamu nggak ragu lagi kan untuk mengonsumsinya. (Noe)

Read More »

Atasi Banjir, Yuk Kita Buat Biopori

Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan, waktu yang tepat bagi kita untuk membuat lubang biopori atau resapan air. Tidak perlu halaman yang luas untuk membuat biopori. Biopori dapat dibuat di rumah yang halamannya terbatas karena ukuran diameternya hanya sekitar 10 cm. Jadi kamu bisa mulai membuatnya di pekarangan rumahmu. Biopori adalah lubang resapan air yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Tidak hanya simpel dan mudah, biaya pembuatan biopori yang murah pun tidak sebanding dengan manfaat baik yang diberikan lubang yang satu ini, lho. Apa saja manfaat biopori?– Menyerap air hujan dan mencegah banjir– Dengan biopori tanah menjadi lebih subur– Mendaur ulang sampah organik– Memperkaya kandungan air hujan, Bila sumber air hanya berupa air hujan tanpa tambahan apa-apa berarti kandungannya hanya H2O. Namun setelah diresapkan kedalam tanah lewat biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan.– Membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tidak sedap dapat tertangani.– Penerapan biopori di rumah tangga sangat mungkin dilakukan karena sampah organik dapat dengan mudah ditemukan di dalam rumah.– Dapat dipanen menjadi pupuk kompos– Air hujan yang terserap ke dalam lubang biopori juga menambah jumlah cadangan air tanah di daerah itu. Cara membuat biopori 1. Tentukan lokasi tanah yang akan dijadikan lubang biopori;2. Siram tanah agar menjadi lunak dan mudah dilubangi;3. Lubangi tanah dengan bor biopori atau bor tanah dan buat secara tegak lurus;4. Buat lubang sedalam 1 meter dengan diameter 10-30 cm;5. Lapisi lubang dengan pipa PVC seukuran diameter lubang yang sudah disiapkan;6. Isi lubang dengan sampah organik seperti daun, rumput, kulit buah, dan lain-lain;7. Tutup lubang dengan kawat besi atau tutup pipa PVC yang sudah dilubangi.

Read More »

Jenis – Jenis Lidah Mertua dan Manfaatnya yang Luar Biasa

Lidah Mertua merupakan tanaman hias yang cukup populer. Disamping mudah perawatannya, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat. Tanaman yang memiliki nama lain Sansevieria atau Snake Plant ini memiliki karakter utama keras seperti karakter sukulen, tegak, dan ujung meruncing. Tanaman ini dapat beradaptasi dan berkembang dalam berbagai kondisi dan perawatan yang minim. Lidah Mertua tak memerlukan banyak air untuk tumbuh. Ia juga dapat hidup dengan pencahayaan yang rendah. Secara umum, Lidah Mertua terbagi menjadi dua macam. 1. Lidah Mertua yang memiliki daun pendek yang hanya sepanjang 8 sentimeter. Jenis tanaman ini cocok untuk diletakkan di meja tamu, rak di ruang kerja, dan hiasan di pinggir tangga. 2. jenis Lidah Mertua yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50–75 sentimeter. Dengan ketinggian yang mencukupi, tanaman lidah bisa digunakan sebagai pagar atau pembatas ruangan. Sebenarnya, Lidah Mertua terbagi menjadi 70 jenis, seperti Sansevieria Trifasciata, Pinguicula, Pagoda, dan lain-lain. Lidah Mertua bisa ditanam langsung di tanah jika Anda memiliki lahan yang cukup. Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menjadi anti-polutan sehingga bisa mengurangi polusi udara.Tanaman hias ini mampu menangani sampai 107 jenis polutan, lebih spesifik lagi terhadap asap rokok. Tak hanya itu, banyak manfaat lain dari Lidah Mertua. Apa saja? 1. Membersihkan Polusi Udara Studi dari Naresuan University, Thailand menemukan kadar karbon dioksida di ruang kantor dapat berkurang dengan dengan menanam lima lidah mertua sehingga 60-80 cm. Penelitian dari NASA juga menyatakan lidah mertua dapat menyerap racun di udara seperti benzene, xylene, trichlorethylene, dan formaldehyde. Zat ini berbahaya jika dihirup oleh tubuh karena dapat menyebabkan kanker. Dikutip dari Rolling Nature, NASA merekomendasikan 15-18 tanaman lidah mertua untuk rumah ukuran sedang hingga besar 167 meter persegi. 2. Mengurangi Sick Building Syndrome Sick building syndrome adalah kondisi kesehatan yang menurun yang dialami oleh penghuni rumah akibat efek kandungan karbon dioksida (CO2), nikotin, dan efek penggunaan AC yang tinggi. Dengan menghadirkan Lidah Mertua, zat-zat berbahaya tersebut akan tersaring sehingga rumah akan terasa segar dan bebas polusi. 3. Membantu Menangkal Alergi Jika Anda sering bersin setelah bangun tidur, bisa jadi Anda mengalami alergi. Penyebab bersin saat bangun tidur bisa bermacam-macam, bisa karena sensitif terhadap cahaya, rhinitis alergi, atau udara kotor di dalam kamar. Nah, disinilah waktunya Anda bisa mengambil manfaat lidah mertua. Tanaman lidah mertua dapat membantu menetralisir udara di dalam ruangan, termasuk alergen. Semakin bersih udara di dalam ruangan, maka gejala alergi juga jarang kambuh. (Noe)

Read More »

Kenali Manfaat Buah dan Sayur Dilihat dari Warnanya

Semangkuk potongan buah, tidak hanya menggugah selera karena warna cantiknya. Namun dibalik itu tersimpan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi kita. Ternyata beda warna buah dan sayur, beda pula manfaatnya. Mau tahu? Berikut ini ulasannya! Warna Merah Buah dan sayur dengan warna merah kaya dengan flavanoid, resveratrol, dan vitamin C. Warna cantik ini diakibatkan oleh sebuah zat bernama likopen, Likopen ini merupakan antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Zat ini mampu mengurangi risiko kanker atau penyakit jantung. Tidak hanya itu saja, likopen ini juga akan menghambat kemunduran fungsi fisik dan mental, sehingga orang yang mengkonsumsinya tidak mudah pikun. Contoh buah yang berwarna merah antaralain tomat, semangka, strawberry, tomat, kol merah, bayam merah, dan lain-lain. Warna Ungu atau Biru Warna ungu dan biru pada sayur dan buah disebabkan oleh pigmen tanaman berupa antosianin. Antosianin tak hanya memberikan warna saja, tapi juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan sehingga dapat membantu menurunkan risiko kanker, stroke, dan penyakit jantung. Buah dan sayuran berwarna biru atau ungu seperti anggur, bit, plum, blueberry, terong ungu, dan kol ungu juga ampuh menghancurkan sel kanker dan menangkal kepikunan. Nah, buat kamu yang gampang lupa, lebih sering lagi konsumsi buah dan sayur yang warnanya biru atau ungu ini, ya! Warna putih Buah dan sayuran berwarna putih mengandung alicin yang dikenal sebagai antivirus dan antibakteri. Sejumlah riset menunjukkan kalau alicin membantu mengatasi infeksi dan melawan bakteri penyebab racun dalam makanan. Warna putih memiliki arti kalau buah dan sayur tersebut kaya akan kandungan serat dan vitamin C. Oleh karena itu, buah dan sayur berwarna putih sangat disarankan untuk dikonsumsi bagi orang-orang yang mengalami gangguan pencernaan dan daya tahan tubuh. Kamu bisa menemukan manfaat dari buah dan sayur berwarna putih di buah sirsak, duku, kelengkeng, leci, toge, kol, kembang kol, rebung, jamur, dan lain-lain. Warna jingga Wara jingga pada buah dan sayur memiliki arti kalau buah dan sayur tersebut kaya akan kandungan beta dan alfa karoten. Beta dan alfa karoten ini dapat menghambat proses penuaan sel-sel tubuh, membantu meremajakan sel-sel tubuh, dan memacu sistem kekebalan tubuh kalian sehingga kalian tidak akan mudah terserang penyakit. Beberapa contoh buah dan sayur yang berwarna jingga adalah ubi jalar, wortel, buah apricot, mangga, melon jingga, pepaya, jeruk, dan lain-lain. Warna hijau Dalam kehidupan sehari-hari, warna hijau ini biasanya lebih banyak ditemui pada sayur-sayuran dibanding buah-buahan. Nah, warna hijau ini terbentuk dari klorofil, dimana semakin pekat atau gelap warna hijau pada buah dan sayur, menandakan kalau kandungan vitamin dan mineral di dalamnya semakin banyak. Buah yang berwarna hijau mengandung banyak asam alegat yang mampu menggempur banyak bibit sel kanker dan membantu menormalkan tekanan darah. Sedangkan sayuran yang berwarna hijau memiliki banyak kandungan vitamin C dan B kompleks, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, betakaroten, dan serat sehingga membuat sayuran hijau sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit kalian. Contoh buah dan sayur yang berwarna hijau adalah buah alpukat, melon, anggur hijau, bayam, sawi hijau, daun singkong, kangkung, daun katuk, daun pepaya, selada hijau, dan lain-lain. Nah, setelah tahu masing-masing manfaat buah dan sayuran berdasarkan warnanya, …

Read More »